Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Banyak kalangan umat Islam masih binggung cara mengikuti pilpres 2009 yang baik agar
sesuai dengan ajaran agama Islam walaupun kita ketahui pada dasarnya negara kita belum
menganut hukum Islam.
Berikut adalah tips sederhana memilih presiden / wapres RI bagi umat Islam.
Seperti kita ketahui pilihan yang tersedia adalah 4 pilihan,
0. Tidak memilih
1. Megawati SP / Prabowo.
2. Susilo B Yudoyono / Boediono
3. M Jusuf Kalla / Wiranto
Mari kita kupas setiap pilihan yang tersedia.
0. Tidak MemilihPilihan ini sebaiknya tidak dilakukan karena sesungguhnya jumlah pilihan begitu sederhana
dan track record / rekam pengalaman calon presiden / calon presiden dapat kita ketahui
dengan mudah.
Buat umat Islam yang berlandaskan bahwa belum diterapkannya hukum Islam dalam
kehidupan bernegara, sebaiknya ikhlas menerima keadaan bahwa kita hidup di negara yang
belum menerapkan hukum Islam. Untuk itu perlu melakukan penerapan Syariah Islam mulai
dari diri sendiri, keluarga, saudara, usaha, perusahaan, koperasi, lembaga keuangan, jamaah
dll.
Sejalan dengan usaha perubahan yang dilakukan maka tidak mengapa kita mengikuti pilpres
dengan menerapkan Syariah Islam dalam memilih pemimpin dan kemudian kita dakwahkan
juga cara-cara yang sesuai Syariah Islam dalam memilih pemimpin ini kepada umat Islam
yang belum mengetahui, agar Syariah Islam dikemudian hari benar-benar di implementasi di
segala bidang kehidupan.
Firman Allah,
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”
(QS An-Najm:29)
"Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada
pada diri mereka sendiri" (QS Ar Ra’d : 11)
1. Megawati SP / PrabowoMohon maaf, pilihan ini menjadi tidak memungkinkan untuk dipilih karena disebuah jamaah
yang terdiri dari laki-laki dan perempuan maka seorang pemimpin selayaknya adalah yang
memungkinkan untuk pemimpin sholat (imam sholat) yakni kaum laki-laki.
Terlebih lagi kita memperhatikan firman Allah,
”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan
sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)” (QS An Nisaa : 34)
Walaupun firman Allah ini adalah dimaksudkan kepada pemimpin dalam keluarga, tetapi perlu
diingat bahwa, baru saja dalam bentuk bangunan keluarga yang begitu kecil sudah diwajibkan
laki-laki sebagai pemimpin bagi wanita, apalagi dalam bentuk negara yang besar dan
kompleks yang terdiri dari berjuta-juta keluarga.
"Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (pemerintahan) mereka
kepada seorang wanita" (HR. Bukhari). Dimana hadist ini merupakan komentar Rasulullah
saw, ketika sampai kepada Rasulullah saw berita tentang pengangkatan putri Kisra sebagai
Raja Persia.
Selanjutnya berdasarkan pada apa yang telah dicontohkan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin
(Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifat Usman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi
Thalib, 11 H-40 H, 632 M-661 M), dimana semua yang menjadi Khalifah adalah laki-laki.
Pilihan yang tersedia sekarang menjadi lebih sederhana adalah,
2. Susilo B Yudoyono / Boediono
3. M Jusuf Kalla / WirantoHal yang harus diperhatikan dalam memilih pemimpin sebaiknya berdasarkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Ketaqwaan dapat dilihat dari hasil / perbuatan sang pemimpin apakah sesuai dengan perintah Allah SWT.
Sekarang secara sederhana kita memperhatikan bentuk ketaqwaan pa SBY dan pa JK,
Pada saat deklrasi, pa SBY sebagai pemimpin menyetujui menghambur-hamburkan uang untuk untuk sekedar acara deklarasi sedangkan pa JK menyetujui mengeluarkan uang sebaik mungkin. Ternyata kebijakan beliau dalam pembiayaan acara deklarasi paling rendah dibandingkan calon pemimpin lainnya.
Firman Allah,
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 27)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS. At-Takatsur:1-3)
Pada saat deklarasi, pa SBY sebagai pemimpin menyetujui format acara meniru/meneladani kaum Amerika. Sedangkan pa JK sebagai pemimpin meniru keadaan yang dirahmati Allah SWT yakni proklamasi kemerdekaan dahulu.
Firman Allah, “Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (Ar-Ra’d: 36-37).
Sumber :
http://mutiarazuhud.wordpress.com/